Monday, 17 December 2012

La Luna -Lara Hati-

      Dingin. Bukan air yang tumpah, tapi bensin. Meluap sampai keluar tangki, merembes sampai skirt yang saya kenakan kebetulan kaki menopang motor supaya tangki bahan bakar tidak miring.

      Sepersekian detik saya kaget dan mencoba tersenyum pada petugas SPBU. Otak saya mikir. Kok bisa bensin sampai meluber keluar tangki? Salah saya atau petugasnya?

      Tempat yang sama, sekitar sepersekian detik sebelum kejadian. Saya mengambil uang di dompet lalu mengecek handphone. Tak ada pesan baru. Sedikit kecewa. Mungkin topangan kaki saya bergeser tak sengaja karena kecewa barusan kemudian tangki yang sudah hampir penuh membuat bensin luber.

Terdengar,
Kata maaf tak bisa menebus atas satu khilafku padamu - La Luna
      Eh jangan-jangan petugas SPBU barusan sedang galau, setengah sebelas malam memutar lagu galau seperti itu. Siapa tau? Batal marah.

      Terserah salah siapa. Saya cuma butuh struk pembelian. Lumayan kan kalau 200ribu bisa dapat 1 tiket nonton film. Petugas SPBU sedang mengganti lagu yang belum kelar itu dengan lagu baru. Entah apa. Saya memanggil petugas tersebut dan mendapatkan struk yang saya butuhkan. Done.
Kadang sikap let-it-flow itu yang dibutuhkan. Sebab emosi takkan mampu menyelesaikan apapun.

Cheers.
*lalu ngerendem skirt bau bensin*

No comments:

Post a Comment