Sunday, 23 February 2014

Maaf,

Maaf, aku menghapusmu dari daftar kontak di hapeku.
seluruhnya. History chat, sms yang terakhir kau kirim, nomer-nomermu yang lama.

bukankah aku tak seharusnya mengenalmu?
bukankah aku tak jatuh hati padamu?
bukankah aku lebih baik menjalani hidupmu tanpamu, seutuhnya?

terlambat.

aku mengenal sebagian dirimu yang kau ceritakan padaku.
aku jatuh hati.
dan aku tak sanggup menjalani hidup tanpamu.

sore tadi, sms terakhirmu, aku membacanya.
lalu ku hapus.

maaf. aku tak tahu kalimat apa yang akan ku kirim padamu.
bisa jadi hanya satu kata yang mungkin ku kirimkan, "kangen".

tahu diri.
dimana tempatku di hatimu? tak ada.

sudah jelas.

terimakasih sudah memberi kabar. hati hati di perjalananmu.

beradadisini : Kita
Mungkin kita memang sedang tidak hendak beranjak ke mana-mana.
Kita hanya sedang duduk-duduk di sini, menikmati waktu yang pelan-pelan menyelinap lewat kata-kata yang bermain di tepian jemari. Kita tidak sedang terburu-buru. Kita tidak sedang terlambat. Kita tidak sedang mengejar waktu. Tidak sedang bergegas menuju ke suatu tempat. Sesekali salah satu dari kita akan beranjak pergi. Yang lain tidak akan mempertanyakan, tidak akan mencegah, tidak akan mengejar. Cukup satu kedipan dan lambaian tangan, serta pesan: hati-hati di jalan.
Tak ada janji yang diucapkan. Ia yang pergi tak pernah berkata bahwa ia akan kembali. Ia yang tinggal tak pernah berkata bahwa ia akan menunggu hingga yang pergi kembali. Ini bukan tentang rasa percaya. Ini semacam rasa pasrah. Bahwa semua yang memang untukmu, pada akhirnya akan kembali padamu. Dan semua yang bukan untukmu tak akan menjadi milikmu, tak peduli sekuat apapun kamu mencoba.
Mungkin kita memang hanya saling menemukan, meski tak pernah saling kehilangan. Kita adalah dua orang yang kebetulan tengah duduk bersisian: lalu berbagi matahari, laut, langit, kapuk yang beterbangan, cahaya, ilalang, bebatuan, jejak bintang…
Aku akan sesekali pergi. Kamu akan sesekali pergi. Suatu hari nanti, kita mungkin akan pulang. Entah ke mana. Mungkin ke tempat ini lagi. Atau ke tempat lain. Mungkin aku kembali. Mungkin kamu kembali. Mungkin juga tidak. Tetapi semua itu bukan masalah. Karena saat ini kita memang sedang tidak hendak beranjak ke mana-mana.
Love you always,
Hani :)

No comments:

Post a Comment