Thursday, 9 January 2014

[03] A Book You Love

*Hati-hati tulisan ini mengandung spoiler*

Dari sekian judul novel karangan Tere liye, tiga judul ini sangat membekas di hati. Genrenya roman.

- Daun Jatuh tak Pernah Membenci Angin
- Sunset bersama Rosie
- Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Saya berada di titik dimana saya menyesali kepengecutan saya, seperti tokoh Tegar Karang dalam novel Sunset bersama Rosie. Tegar yang terlambat menyatakan rasa cintanya pada Rosie. Rasa cinta yang dia pupuk diam-diam selama dua puluh tahun.

Bahkan hingga tahun berlalu, rasa cinta itu masih ada, tak berubah sedikitpun kadar cintanya pada Rosie.

Tere Liye dengan apiknya mampu menceritakan kembali tragedi
perpisahan Rosie dengan Nathan, suaminya, melalui peristiwa bom bali. ini fiksi.

Peristiwa pilu yang berakhir menjadi depresi untuk
rosie, dipisahkan secara paksa oleh teror yang mungkin saja hingga hari ini membekas trauma bagi korban peristiwa tersebut. RIP.

Tegar meninggalkan ibukota dan pekerjaannya, memilih tinggal di pulau menemani Rosie dan empat kuntum bunganya. Meninggalkan Sekar dan hari pertunangan mereka begitu saja.

Ending. Sekar memilih mundur dari pernikahannya dengan Tegar, dia tahu persis hati Tegar sepenuhnya milik Rosie dan empat kuntum bunganya. Happily ever after.

***

“Apakah dunia memang begitu? Kita tidak akan pernah mendapatkan sesuatu jika kita terlalu menginginkannya. Kita tidak akan pernah mengerti hakikat memiliki, jika kita terlalu ingin memilikinya.”

“Taukah kau, untuk membuat seseorang menyadari apa yang dirasakannya, justru cara terbaik melalui hal-hal menyakitkan. Misalnya kau pergi. saat kau pergi, seseorang baru akan merasa kehilangan dan dia mulai bisa menjelaskan apa yang sesungguhnya dia rasakan.”  

***


Hani. (yang diam-diam rindu)

No comments:

Post a Comment