Tuesday, 3 September 2013

Big Hug

Let's get started with what happened yesterday.
Saya pertama kali mengalami ban motor bocor kemarin malam, pertama kalinya setelah sekian lama mengendarai motor. Kejadian ban motor bocor atau kehabisan bensin di tengah jalan, alhamdulillah jarang sekali saya alami.
Panik. Saya ini mudah panik saat menghadapi hal tak terduga seperti ini. Seperti tadi malam, saat perjalanan pulang ke kos tiba-tiba motor agak oleng saat membelok. Ah.. ternyata ban belakangnya kempes, jujur saya panik karena kebanyakan tambal ban sudah tutup jam 9. Saya terpaksa melajukan motor dengan kondisi ban belakang kempes. Sampai depan JIH ternyata tak ada tambal ban satupun yang buka. Saya tepikan motor di depan warung lalu menelpon seorang teman yang kosnya sekitaran JIH. Alhamdulillah dia menyanggupi untuk menemani mencari tambal ban.
Di warung tempat saya berhenti ternyata ada bapak-bapak yang baru saja menutup warung. Ban belakang motor dipompa dengan pompa milik beliau. Sampai jalan Gejayan masih ada tambal ban yang buka. Ban motor tak jadi ditambal karena kata pemilik tambal ban, ban motor cuma bocor halus jadi tak perlu ditambal.

I used to be a woman who can't express my feeling.

Saat teman saya datang menjemput di depan JIH, hal pertama yang ingin saya lakukan adalah memeluknya  (eh tapi dia kan laki-laki.. hehe).  Saya hanya ingin mengungkapkan betapa saya berterimakasih atas waktunya kemarin malam dan hari-hari sebelumnya.
Seringkali saya merepotkan dia dan teman-teman sekelas saya yang lain. Somehow i feel like i can't do anything without them. Saya ingin memeluk mereka semua dan mengucapkan terimakasih karena merekalah saya bertahan selama ini. Belajar untuk membuka diri pun karena saya punya teman terbaik seperti mereka.

We have been travelled a lot on backdays.
Pernah suatu hari, bersembilan kami touring dan menginap di rumah orangtua saya. Dan saya ini bukan penjamu tamu yang baik. Cowok berempat kebagian tidur di karpet padahal di perjalanan hujan sangat deras. Saat hujan deras saya melaju duluan dan beberapa teman tertinggal di pinggir jalan yang sangat gelap. Setiap selesai makan, mereka malah yang mencuci piring dan gelas bahkan ada cowok yang ikut mbantu mencuci piring.
Perjalanan kembali ke Jogja terpaksa molor karena banyak hal. Cuaca yang tak menentu di akhir tahun membuat kami sering berhenti untuk lepas-pasang jas hujan. Pun ada seorang teman yang terkena tilang karena melanggar lalu lintas.. eh.
Kami berpisah menuju kos masing-masing, padahal saya belum berterimakasih pada mereka sudah menyempatkan diri mengunjungi orangtua saya. Saya ingin meminta maaf karena belum bisa menjamu mereka dengan baik. :(

Farewell.. Keep well :)

Mungkin sekarang kita udah gak sama-sama lagi di jogja, dan akan sangat sulit untuk bertemu di kemudian hari. Mari berjanji untuk bertemu lagi dengan keadaan yang lebih baik..

teruntuk suhufa alfarisa di negeri tetangga
teruntuk ardiyan ibnu goffar di pulau dewata
teruntuk susi sudarmi di kota kembang bersama sang suami tercinta (*jangan nakal lagi ya disana)
teruntuk fajar hidayat budi santosa, nopi yudi pramono, pipit wijayanti, dwi nova siti h., marlina setiyati, hasto prasetyo, steffannie natalia, yuni dwi rahayu, ardianto nugroho, dezy irmawati, erma dewi, tofan, irfan wan nendra
Peluk sini satu-satu *bighug*

Cheers,
Hani :)

2 comments:

  1. nelpon yudi ya? :D
    kangen jogja dan isi2 nya, termasuk anda,, cup cup muah muah :-*

    ReplyDelete