Thursday, 15 October 2015

Kembali

Kembali.
Mungkin ini yang mereka sebut pulang.

Sejauh apapun berlari, tetap aku kembali. Hanya padamu.
Bidi~~

sebab aku lelah berlari
aku berhenti mencari yang tak kunjung ku temui
aku menjadi aku yang lain yang menyedihkan

2015.
lima belas bulan pelarianku
pencarian kebahagiaan
membuang luka. yang ternyata masih kurasa
malah bertambah luka baru

oktober. hujan belum juga menyapa kota ini.
kekeringan. tanahnya, pohonnya, juga hatiku.

Wednesday, 28 May 2014

Hatiku Dekat,

"Meski jarak kita jauh, tapi hatiku dekat.."

Umpamanya bintang yang bersinar setiap malam, bahkan sebenarnya bintang itu tetap bersinar pada siang hari, hanya saja karena siang terlalu terang maka bintang tak terlihat. Bukankah bintang itu tetap ada?


Awalnya kamu itu bulan, hanya bisa melihatmu bersinar terang, mengagumimu diam-diam dari balik jendela. Biar saja begitu, selama aku masih bisa melihatmu meski harus berbagi dengan yang lain. Biar kamu tetap di langit yang tinggi, tak terjangkau, namun cahayamu menyejukkan.

Tiga kata.

Bukan lagi bulanku. Kamu bintangku kini.
Kamu bukan Kryptonite kan?
Di dekatmu aku lemah, mungkin mendekati mati.

Satu rasa.
Komitmen dan kesetiaan.


"Aku tersesat Han, menuju hatimu.."


Menunggu kepulanganmu,
Kamu lah lelaki yang memenuhi inginku tentang bayangan menua bersama, berpelukan di beranda dan saling menjaga.
Kamu yang ku harapkan menyempurnakan separuh yang hilang.
Kamu, Cintaku.


Dear Sayang,
Segera pulang, semoga tidak tersesat, aku menunggumu disini.



With Love - Hani.



Wednesday, 19 March 2014

unwell

mungkin jatuh cinta itu membuatmu susah konsentrasi pada hal selain yang membuat hatimu berdegup kencang,
tapi patah hati lebih parah
bersusah payah melupakan, ujung-ujungnya malah ingat

melihat bulan malam ini, keingetan kamu yang suka ngeliatin bulan
pas subuh gak bisa tidur, pengennya denger suara kamu
nungguin notif ada PM baru.. berhari-hari
ngirim sms yang ujung ujungnya gagal terkirim

Mungkin jatuh cinta itu pahit, tapi patah hati itu sudah pahit, getir pula.

aku berubah banyak.. bukan membaik justru memburuk
aku bukan lagi aku yang enam bulan lalu mengenalmu
ya.. aku jatuh cinta, kamu.

disini berdua, aku dan ketakutanku
menunggu
menunggu kamu yang tak menungguku

hei kamu, nungguin siapa sih?


Wednesday, 5 March 2014

Tak Sama

Semua tak lagi sama,
atau hanya aku yang mengingkari hatiku sendiri

nyatanya,
aku diam-diam merindukanmu
hanya tinggal jejak-jejak cerita yang perlahan ku kumpulkan
sebelum aku kehilangan kenangan itu, tanpa sengaja lupa

"dorr!!"
itukah chat pertamamu kala itu?

aku tak tahu adakah kenangan yang indah yang harusnya ku ingat?
jangan-jangan memang tak ada
jangankan lupa, tak ada kenangan yang cukup indah untuk diingat

masih berharap janji itu terlaksana
entah kapan
bolehkah aku percaya bahwa janji itu akan ditepati?
ataukah biar kulupakan jadi tak ada lagi yang tersisa untuk disebut kenangan?

kemarin kamu mengirimkan pesan singkat, memintaku menelponmu
ahh sayangnya aku tak bisa mendengar suaramu
lagipula aku terburu-buru saat itu
sejam kemudian, nomer hapemu mati lagi, sampai hari ini.

kamu dimana? sehatkah??
rasa-rasanya perlu ku susun pertanyaan yang banyak untukmu

jika memang kamu berniat kembali
meski sesaat
seperti yang sudah sudah