"Meski jarak kita jauh, tapi hatiku dekat.."
Umpamanya bintang yang bersinar setiap malam, bahkan sebenarnya bintang itu tetap bersinar pada siang hari, hanya saja karena siang terlalu terang maka bintang tak terlihat. Bukankah bintang itu tetap ada?
Awalnya kamu itu bulan, hanya bisa melihatmu bersinar terang, mengagumimu diam-diam dari balik jendela. Biar saja begitu, selama aku masih bisa melihatmu meski harus berbagi dengan yang lain. Biar kamu tetap di langit yang tinggi, tak terjangkau, namun cahayamu menyejukkan.
Tiga kata.
Bukan lagi bulanku. Kamu bintangku kini.
Kamu bukan Kryptonite kan?
Di dekatmu aku lemah, mungkin mendekati mati.
Satu rasa.
Komitmen dan kesetiaan.
"Aku tersesat Han, menuju hatimu.."
Menunggu kepulanganmu,
Kamu lah lelaki yang memenuhi inginku tentang bayangan menua bersama, berpelukan di beranda dan saling menjaga.
Kamu yang ku harapkan menyempurnakan separuh yang hilang.
Kamu, Cintaku.
Dear Sayang,
Segera pulang, semoga tidak tersesat, aku menunggumu disini.
With Love - Hani.
No comments:
Post a Comment