Friday, 10 January 2014

[04] Bullet Your Whole Day

- Terbangun jam 9 pagi, gara-gara ada wasap *ngarepnya sih si pujaan hati, ternyata temen iseng*

- Cek twitter, ngegalau bentar tau-tau udah dua jam.. cuss mandi

- Makan siang dengan menu rica ayam, sayur pare, tempe mendoan di warung makan langganan. hampir enam tahun. #eh
Gw lagi mencoba 'menyukai' sayur pare, iseng, dari dulu gw gak suka makanan yang pahit. Sekarang sih masih gak doyan.
Untung rica ayamnya super pedes, rasa pahit gurih pedes.. nikmatnya makan siang di tengah hari yang super duper panas.

- Online lagi.. baca trit lawas, seru sampe gak nyadar udah ashar aja. Terus inget janjian sama pembimbing. dem.
Ketikan gw belum kelar. cancel aja deh. koneksi off. Ketiduran.

- Mimpi buruk.

- Hujan pulang.. makan malem ditemani rintik hujan. dan sekarang gw disini, nulis.

- kabur dari dunia nyata

***

Errr.. bosen sama rutinitas. dua tahun begini-begini aja.

***


Hani. (sedang di luar dunia nyata)

Thursday, 9 January 2014

[03] A Book You Love

*Hati-hati tulisan ini mengandung spoiler*

Dari sekian judul novel karangan Tere liye, tiga judul ini sangat membekas di hati. Genrenya roman.

- Daun Jatuh tak Pernah Membenci Angin
- Sunset bersama Rosie
- Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Saya berada di titik dimana saya menyesali kepengecutan saya, seperti tokoh Tegar Karang dalam novel Sunset bersama Rosie. Tegar yang terlambat menyatakan rasa cintanya pada Rosie. Rasa cinta yang dia pupuk diam-diam selama dua puluh tahun.

Bahkan hingga tahun berlalu, rasa cinta itu masih ada, tak berubah sedikitpun kadar cintanya pada Rosie.

Tere Liye dengan apiknya mampu menceritakan kembali tragedi
perpisahan Rosie dengan Nathan, suaminya, melalui peristiwa bom bali. ini fiksi.

Peristiwa pilu yang berakhir menjadi depresi untuk
rosie, dipisahkan secara paksa oleh teror yang mungkin saja hingga hari ini membekas trauma bagi korban peristiwa tersebut. RIP.

Tegar meninggalkan ibukota dan pekerjaannya, memilih tinggal di pulau menemani Rosie dan empat kuntum bunganya. Meninggalkan Sekar dan hari pertunangan mereka begitu saja.

Ending. Sekar memilih mundur dari pernikahannya dengan Tegar, dia tahu persis hati Tegar sepenuhnya milik Rosie dan empat kuntum bunganya. Happily ever after.

***

“Apakah dunia memang begitu? Kita tidak akan pernah mendapatkan sesuatu jika kita terlalu menginginkannya. Kita tidak akan pernah mengerti hakikat memiliki, jika kita terlalu ingin memilikinya.”

“Taukah kau, untuk membuat seseorang menyadari apa yang dirasakannya, justru cara terbaik melalui hal-hal menyakitkan. Misalnya kau pergi. saat kau pergi, seseorang baru akan merasa kehilangan dan dia mulai bisa menjelaskan apa yang sesungguhnya dia rasakan.”  

***


Hani. (yang diam-diam rindu)

Wednesday, 8 January 2014

[02] Something You Feel Strongly About

Hal apa yang paling kau percayai dalam hidupmu?

Kadang aku sendiri tak tahu, mencari alasan-alasan lain sebagai jawaban, atas pertanyaan yang diajukan padaku.

Sore ini, seorang kawan 'memarahiku' karena tugas akhir yang kulalaikan. Dia mengajukan pertanyaan, sebenarnya apa yang membuatku tak kunjung menyelesaikan tugas akhir yang sudah kelewat lama kulalaikan. Entah. Aku tak tahu jawaban pastinya.

Aku ingin seperti anak-anak yang membanggakan orangtuanya lulus tepat waktu.

Kadang jawaban yang kuberikan seolah hanya alasan semata. Bahwa sebenarnya aku mahasiswa pemalas yang menunda-nunda kelulusan.

Aku teringat pertemuan dengan seseorang pada perjalanan pulangku yang kesekian kalinya.
"Semua itu tergantung kesiapan, jika kita dianggap siap oleh-Nya maka doa-doa kita pasti dikabulkan." ucapnya.

Terdengar seperti alasan klise bukan?

Apa kau berusaha menyelesaikan tugas akhirmu? -kadang kadang
Berapa lama kau mau membiarkan orangtuamu menunggu kabar kelulusanmu? -jangan lama lama

Mau mendengar kisahku?

Pertengahan 2011 adalah tahun terburuk dalam hidupku. Saat itu usiaku 20 tahun, pertama kalinya aku bertemu dengan orang-orang yang dengan entengnya menyebutku munafik. Hanya karena aku ingin menjadi orang baik, dengan segala kekuranganku, apakah aku memang pantas disebut munafik? Oh dunia nyata itu mengerikan, pikirku kala itu.

Awal 2012, aku kabur dari dunia nyata.

Sampai akhir tahun 2013, aku lelah bersembunyi, aku kehilangan satu per satu sahabat yang dulunya sabar menemaniku.

Dua setengah tahun itu, hubunganku dengan keluargaku justru perlahan membaik. Banyak perubahan terjadi. Kebahagiaan yang dulunya sekedar angan-angan perlahan terwujud.

Doa-doaku satu persatu dikabulkan oleh-Nya. Dengan keajaiban cara-Nya.

Aku mengatasi ketakutanku perlahan-lahan dengan mempercayai bahwa kebahagiaan akan datang saat aku siap.

Percayalah kebahagiaan akan datang padamu ketika Dia merasa kamu siap.



Hani. (dengan mimpi-mimpi barunya)

Tuesday, 7 January 2014

[01] Five Ways to Win Your Heart

Lima hal yang akan memenangkan hati saya, tidak beurutan, yaitu :

1. Teman Bicara

Menikmati pergantian hari hanya dengan ngobrol berdua di teras. Tahu-tahu waktu melesat begitu cepat. Random topics.

2. Wisata Kuliner

I'm food lover. Ketemu orang yang satu selera pasti beruntung banget. Saya bisa menjadi perempuan yang sangat menyenangkan di hadapan meja penuh makanan.

3. Stand by me when i'm crying

Yes, I'm a crybaby.

4. Make me laugh

Pas saya kumat, uring-uringan, ceritakan jokes atau pengalaman yang menyenangkan. it will helps me a lot.

5. First Time Experience

Be my first and you'll stay deep in my heart, forever.

Sudah 2014

HAPPY NEW YEAR! HAPPY NEW YOU!!

ah tagline radio kesayangan itu selalu saya favoritkan.

Saya menulis, 30 hari ke depan, semoga gak bolong :)

2014!! Happy New You!!





Cheers,

Hani.