Friday, 6 September 2013

#6

I have no special talents. I am only passionately curious - Einstein

Apa yang terjadi ketika Lust bertemu dengan Curious? terciptalah Ngarep.

Akan lebih mudah jika menghadapi masalah dengan logika, bukan dengan perasaan.


Cheers,
Hani :)

#5

piye makanine.. piye makanine.. piyee makaniine

berbagi kabar sama alfa di negeri seberang, dia cerita tentang supervisor disana
"Super duper supervisorku, tapi keren dia.. umur 32, udah Ph.D, anak 2, suami ganteng, beliaunya cantik sumpah! kemarin baru menang kompetisi riset dari L'oreal Malaysia. "

Uhh.. bikin ngiri sama Spv-nya alfa.

Siapa yang gak mau masa depan kayak Spv itu? *gue mau banget :))

Saya sempet punya mimpi jadi Ph.D tapi terus sadar diri, skripsi aja belum bisa nyelesain udah ngimpi macem-macem. Bukan gak boleh mimpi, tapi belajar sadar diri. Kemampuan akademis saya jauh banget di bawah alfa, kalo mau nerusin sekolah di fisika kayaknya udah gak mampu. bisa-bisa kepala jadi botak. hahaha...

Banyak hobi yang belum saya coba dalami.. gak papa kan ya kalo saya bilang umur 22 itu masih muda. Kalo ditanya mau kerja apa, jujur saya gak tau. Saya masih pengen jalan-jalan, ikut cooking class *semoga gak bolos lagi karena ketiduran*, belajar make up, ngebantu ibuk di rumah, atau nemenin bapak nyupir.

Gue masih cukup muda untuk mengeksplor hobi-hobi baru. Waktu yg udah terlanjur dilewatin dengan sia-sia, semoga bisa diganti dengan kesempatan lain yang lebih baik.

Belajar untuk tersenyum, karena gue pernah lupa gimana caranya senyum di depan orang.

Belajar bersyukur, karena semua yang bapak-ibuk berikan udah lebih dari cukup :)

Belajar sayang sama diri sendiri, belajar jadi kakak yg baik buat contoh adek gue.

Semoga gue masih dikasi kesempatan buat belajar.

bismillah..

Cheers,
Hani :)

Wednesday, 4 September 2013

#4

Jatuh Cinta Sendirian.

Cinta pada pandangan pertama itu gak ada, yang ada LUST AT FIRST SIGHT (@hitmansystem)


Lust.
LUST.
Hampir tiga bulan lamanya pertanyaan yang sama berputar di kepalaku.
Kenapa hanya wajah itu yang memenuhi pikiran setiap hari?
Kenapa aku menghabiskan waktu berjam-jam di kubikel berbeda tiap harinya?
Kenapa dua minggu lebaran rasanya terlalu lama? aku berharap lebaran lekas usai dan bisa melihatnya.

Ya, tiga bulan kuhabiskan untuk sekedar kesempatan melihatnya, berharap sedetik mata bertemu dan melihat senyumnya. Sungguh aku merasa menjadi perempuan paling bodoh, tak mampu menjawab pertanyaan itu selama tiga bulan.
Stalking. Memata-matai akun sosial medianya agar aku tahu apa yang dia lakukan. Membaca tulisannya di blog dan tumblr. Dan aku semakin terjebak.
Aku menyukai tulisannya. Tulisannya yang jujur. Dan aku semakin bingung dengan perasaanku sendiri. Mencari artikel tentang cara pedekate pun sering ku lakukan, dan jelas tak berani kulakukan. Sekedar berkenalan, bertanya nama pun belum pernah.
Suatu kala aku tak sengaja melihatnya dengan teman sepantarannya, dia tersenyum, sungguh senyum yang tulus. Dia bahagia. Mungkin akhirnya dia mendapat pengganti cinta lamanya dengan teman baru dengan kesibukan yang sama. Dia tersenyum. Seolah aku ingin waktu berhenti. Tapi melihatnya tersenyum dengan perempuan lain membuat hati perih, aku menangis.
Entah imaji atau tipuan mata, tipuan hati. Aku semakin tak bisa mengatur hati ini. Hati yang menipu diri. Hati yang bilang, aku tak ingin yang lain kecuali dia.

Aku gila, semakin bingung dengan semua pertanyaan di kepalaku.
Menginginkannya namun aku berkenalan pun belum pernah.

Aku kacau,

tanpa sengaja membaca tweet dari hitmansystem, lalu artikel tentang Lust itu kubaca perlahan.

Bodohnya aku membiarkan hati ini jatuh cinta, eh ralat, bukan jatuh cinta tapi lust at first sight yang kubiarkan berkembang hingga melukai hatiku.

Lust adalah jawaban semua pertanyaanku.
Tindakan-tindakan bodoh selama tiga bulan, hati yang merana.

Naksir seseorang yang belum dikenal itu salah. Kenalan dulu, kalo enak diajak ngobrol baru dilanjut apakah ingin serius berhubungan atau cukup sebagai teman.
Kalo belum kenal tapi udah stalking njuk terus galau itu namanya bodoh *lalu ngaca*
Sama sahabat sendiri yang udah kenal baik aja kalo mau suka aja mikir dulu, udah deket banget pun belum cocok sebagai pasangan.

Hati-hati menjaga hati karena jatuh cinta sendirian itu bodoh :)

Cheers,
Hani :)

related post : Cinta pada pandangan pertama oleh @hitmansystem

Tuesday, 3 September 2013

Big Hug

Let's get started with what happened yesterday.
Saya pertama kali mengalami ban motor bocor kemarin malam, pertama kalinya setelah sekian lama mengendarai motor. Kejadian ban motor bocor atau kehabisan bensin di tengah jalan, alhamdulillah jarang sekali saya alami.
Panik. Saya ini mudah panik saat menghadapi hal tak terduga seperti ini. Seperti tadi malam, saat perjalanan pulang ke kos tiba-tiba motor agak oleng saat membelok. Ah.. ternyata ban belakangnya kempes, jujur saya panik karena kebanyakan tambal ban sudah tutup jam 9. Saya terpaksa melajukan motor dengan kondisi ban belakang kempes. Sampai depan JIH ternyata tak ada tambal ban satupun yang buka. Saya tepikan motor di depan warung lalu menelpon seorang teman yang kosnya sekitaran JIH. Alhamdulillah dia menyanggupi untuk menemani mencari tambal ban.
Di warung tempat saya berhenti ternyata ada bapak-bapak yang baru saja menutup warung. Ban belakang motor dipompa dengan pompa milik beliau. Sampai jalan Gejayan masih ada tambal ban yang buka. Ban motor tak jadi ditambal karena kata pemilik tambal ban, ban motor cuma bocor halus jadi tak perlu ditambal.

I used to be a woman who can't express my feeling.

Saat teman saya datang menjemput di depan JIH, hal pertama yang ingin saya lakukan adalah memeluknya  (eh tapi dia kan laki-laki.. hehe).  Saya hanya ingin mengungkapkan betapa saya berterimakasih atas waktunya kemarin malam dan hari-hari sebelumnya.
Seringkali saya merepotkan dia dan teman-teman sekelas saya yang lain. Somehow i feel like i can't do anything without them. Saya ingin memeluk mereka semua dan mengucapkan terimakasih karena merekalah saya bertahan selama ini. Belajar untuk membuka diri pun karena saya punya teman terbaik seperti mereka.

We have been travelled a lot on backdays.
Pernah suatu hari, bersembilan kami touring dan menginap di rumah orangtua saya. Dan saya ini bukan penjamu tamu yang baik. Cowok berempat kebagian tidur di karpet padahal di perjalanan hujan sangat deras. Saat hujan deras saya melaju duluan dan beberapa teman tertinggal di pinggir jalan yang sangat gelap. Setiap selesai makan, mereka malah yang mencuci piring dan gelas bahkan ada cowok yang ikut mbantu mencuci piring.
Perjalanan kembali ke Jogja terpaksa molor karena banyak hal. Cuaca yang tak menentu di akhir tahun membuat kami sering berhenti untuk lepas-pasang jas hujan. Pun ada seorang teman yang terkena tilang karena melanggar lalu lintas.. eh.
Kami berpisah menuju kos masing-masing, padahal saya belum berterimakasih pada mereka sudah menyempatkan diri mengunjungi orangtua saya. Saya ingin meminta maaf karena belum bisa menjamu mereka dengan baik. :(

Farewell.. Keep well :)

Mungkin sekarang kita udah gak sama-sama lagi di jogja, dan akan sangat sulit untuk bertemu di kemudian hari. Mari berjanji untuk bertemu lagi dengan keadaan yang lebih baik..

teruntuk suhufa alfarisa di negeri tetangga
teruntuk ardiyan ibnu goffar di pulau dewata
teruntuk susi sudarmi di kota kembang bersama sang suami tercinta (*jangan nakal lagi ya disana)
teruntuk fajar hidayat budi santosa, nopi yudi pramono, pipit wijayanti, dwi nova siti h., marlina setiyati, hasto prasetyo, steffannie natalia, yuni dwi rahayu, ardianto nugroho, dezy irmawati, erma dewi, tofan, irfan wan nendra
Peluk sini satu-satu *bighug*

Cheers,
Hani :)

Sunday, 1 September 2013

#3

Belajar.

Mengertilah bahwa cinta itu tak serumit algoritma
tak perlu berlembar folio untu mencari penyelesaian rumusan soal cinta

Cinta itu dua.
Ganjil ditambah ganjil sama dengan genap.
Cinta adalah menggenapkan yang ganjil.