Tuesday, 17 December 2013

tentang rasa, tentang kamu

SHE IS POISONED.

Because she did something very foolish earlier, like opening up her heart and letting someone in, simply because he knocked nicely on her door.
A petty way to lower her defenses, but a successful one nevertheless, and now her thoughts are invaded with a string of what-ifs, why-nots and oh-fuck-its — delusions, which rotated like planets around moments that reeked of this poison. Like that time when he gave her a book, or sent her a song, or told her stories about pulsing stars.
Now her life is held hostage as she starts to lose her sleep, lose her appetite and lose herself as she drowns beneath the battling tides of her own mind.
Alas, that poor, pathetic girl. She let poison into her heart and now she is dying.

sumber : mitdoq

delusi. delusi ini mematikan logikaku. seolah ragaku terbawa mati.
serba enggan.
cuma mau kamu.
duduk berdua di tepi pantai. subuh. berpelukan.
saling bercerita.

lihatlah. delusi ini tak mudah dihentikan.
lalu suatu saat, aku mati, logikaku mati, tak mampu lagi membedakan simpul nyata dengan simpul yang maya.

kamu. tentang rasa.
aku. delusi.
dunianya berbeda.

bisakah aku meminta waktumu untuk menemuiku?
ekpektasi dan realita, takkan berjalan bersamaan.
sungguh aku menyimpan perasaan yang aku sendiri tak paham.
inikah simpati, inikah peduli, inikah cemburu, inikah amarah, mungkin ini cinta.
tapi bukan.
ada sesuatu yang membuatku selalu penasaran, ingin tahu, mungkin. mungkin aku tertarik padamu.
tapi bukan. tapi ini bukan cinta.

bisakah kamu menemuiku? atau aku harus berlari mengejarmu?
biar aku bisa melihat wujudmu. biar aku sadar. biar delusi ini berakhir.

tiga bulan, delusi ini memiliki tenggat waktu.
empat tahun, aku mungkin bertemu lagi denganmu, dan semuanya sudah baik.
baik waktu, baik tempat, baik hati.

saat semuanya siap, entah denganmu atau dengan lelaki lain, aku akan mencintai.
siap mencintai, dan hidup bersama.

aku sekarat. keracunan delusi. 
delusi itu kamu.
tentang rasa, rasaku kamu.


Hani. (kota seribu cahaya)
 

No comments:

Post a Comment