Butuh menulis, sebab sesak di dada dan pikiran sudah terlalu parah kadarnya.
Menulis sebab itulah yang murah, dan mudah.
Ketika pendengarmu, satu satunya tempatmu berkeluh kesah akhirnya ke pelaminan.
Sudah berganti tahun, umur genap 26. Masih sendiri. Seringkali ditanya kapan nikah, ah sudahlah.
Resolusi tahun 2017 ini,
- Jatuh Cinta lagi
- Pergi ke Jepang dan tinggal disana lebih dari satu tahun
- Mengurangi makan nasi dan mi instan
Semoga terwujud!! Amiiinn
Tuesday, 28 February 2017
Thursday, 21 January 2016
Selamat Berpisah
Aku pernah berharap jika suatu hari akan tiba kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku padamu. Hari itu tiba. Kita bisa berbicara lagi dengan baik-baik, mengakhiri cerita kita yang hanya ilusi. Aku yang memilih memulai pertengkaran itu, melangkah pergi dari cerita kita.
Pada saat itu, dengan penuh amarah aku mencari alasan apapun untuk bisa pergi. Amarah menguasaiku karena kekecewaan berkali-kali kamu menghilang, rasa putus asa menunggu kabar darimu, rasa lelah menunggu bahwa pagi nanti kamu akan memberi kabar.
Beberapa kali kamu menghilang membuatku ragu, apa yang sebenarnya aku tunggu, bagaimana sebenarnya perasaan yang kumiliki tentangmu, aku takut jika memilihmu berarti aku kehilangan mereka yang menyayangiku. Aku takut jika memilihmu namun perasaan yang kumiliki padamu bukanlah cinta.
Kita bertemu di dunia ilusi, tanpa sekalipun kesempatan bertemu di dunia nyata. Lalu jika kita diberi kesempatan bertemu ternyata kamu bukanlah kamu yang selama ini dibenakku, sepertinya aku akan berlari menjauh. Mendengar suaramu, berbicara denganmu tiap malam, menciptakan imajinasi tersendiri tentang sosokmu. Cerita-ceritamu, alunan gitarmu, kesukaan pada penulis yang sama, kamu membuatku merasa istimewa.
Ini kesalahanku meragukanmu, salahku belum siap kehilangan kebebasanku. Aku memilih pergi dan itu keputusan yang sudah terjadi.
Terimakasih untuk waktu bersama yang menyenangkan.
Terimakasih untuk perasaan bahagia diperlakukan istimewa.
Terimakasih untuk mengajariku kesabaran, memaafkan, dan berani mengakui kesalahan.
Cerita ilusi kita berakhir sudah, di bulan Januari.
Mari saling mendoakan masing-masing segera mendapat pendamping di dunia nyata.
Selamat tinggal Ilusi.
PS. kamu bertanya kenapa aku tak menulis lagi, jika kamu membaca ini, tulisan pertamaku di 2016 ini untuk kamu.
Aku berharap kamu berkunjung ke kotaku, ada kedai kopi bernama KLINIKKOPI yang menjual kopi hasil mereka brewing sendiri.
Thursday, 15 October 2015
Kembali
Kembali.
Mungkin ini yang mereka sebut pulang.
Sejauh apapun berlari, tetap aku kembali. Hanya padamu.
Bidi~~
sebab aku lelah berlari
aku berhenti mencari yang tak kunjung ku temui
aku menjadi aku yang lain yang menyedihkan
2015.
lima belas bulan pelarianku
pencarian kebahagiaan
membuang luka. yang ternyata masih kurasa
malah bertambah luka baru
oktober. hujan belum juga menyapa kota ini.
kekeringan. tanahnya, pohonnya, juga hatiku.
Mungkin ini yang mereka sebut pulang.
Sejauh apapun berlari, tetap aku kembali. Hanya padamu.
Bidi~~
sebab aku lelah berlari
aku berhenti mencari yang tak kunjung ku temui
aku menjadi aku yang lain yang menyedihkan
2015.
lima belas bulan pelarianku
pencarian kebahagiaan
membuang luka. yang ternyata masih kurasa
malah bertambah luka baru
oktober. hujan belum juga menyapa kota ini.
kekeringan. tanahnya, pohonnya, juga hatiku.
Sunday, 8 June 2014
Wednesday, 28 May 2014
Hatiku Dekat,
"Meski jarak kita jauh, tapi hatiku dekat.."
Umpamanya bintang yang bersinar setiap malam, bahkan sebenarnya bintang itu tetap bersinar pada siang hari, hanya saja karena siang terlalu terang maka bintang tak terlihat. Bukankah bintang itu tetap ada?
Awalnya kamu itu bulan, hanya bisa melihatmu bersinar terang, mengagumimu diam-diam dari balik jendela. Biar saja begitu, selama aku masih bisa melihatmu meski harus berbagi dengan yang lain. Biar kamu tetap di langit yang tinggi, tak terjangkau, namun cahayamu menyejukkan.
Tiga kata.
Bukan lagi bulanku. Kamu bintangku kini.
Kamu bukan Kryptonite kan?
Di dekatmu aku lemah, mungkin mendekati mati.
Satu rasa.
Komitmen dan kesetiaan.
"Aku tersesat Han, menuju hatimu.."
Menunggu kepulanganmu,
Kamu lah lelaki yang memenuhi inginku tentang bayangan menua bersama, berpelukan di beranda dan saling menjaga.
Kamu yang ku harapkan menyempurnakan separuh yang hilang.
Kamu, Cintaku.
Dear Sayang,
Segera pulang, semoga tidak tersesat, aku menunggumu disini.
With Love - Hani.
Subscribe to:
Posts (Atom)