Terimakasih untuk cinta-Mu Gusti maha Adil
Hati terkadang buta, terimakasih untuk membiarkannya terbuka hari ini.
Tuesday, 26 June 2012
Saturday, 16 June 2012
Wednesday, 6 June 2012
Tentang Kaca-TRA
Kaca-TRA itu sebagian dari diri saya yang tak ingin terlihat oleh orang lain.
Karena saya takut terlihat buruk, saya takut dengan ketidaksempurnaan hidup saya, saya takut tak ada lagi orang-orang di sekitar saya yang mau menjalani hari bersama.
Kaca-TRA sebenarnya gadis 12 tahun yang belum mau beranjak dewasa.
Kaca-TRA tidak pernah lebih tinggi dari tiang jemuran, dia harus melompat untuk mencapainya. Dia berhenti bertambah tinggi setelah tingkat pertama sekolah menengah pertama.
Dia berwajah bulat menggemaskan jika sedang tertawa dan lesung pipi mungil di ujung bibirnya itu lucu. ( Maaf saya sedang memuji diri sendiri :) )
Matanya indah. Saya menyukai mata saya dengan garis eyeliner tipis di atasnya.
Garis eyeliner itu membuat saya merasa sangat cantik dan percaya diri.
Garis itu sebagian diri saya yang lain.
Hidup harusnya disyukuri oleh Kaca-TRA bukan?
Karena saya takut terlihat buruk, saya takut dengan ketidaksempurnaan hidup saya, saya takut tak ada lagi orang-orang di sekitar saya yang mau menjalani hari bersama.
Kaca-TRA sebenarnya gadis 12 tahun yang belum mau beranjak dewasa.
Kaca-TRA tidak pernah lebih tinggi dari tiang jemuran, dia harus melompat untuk mencapainya. Dia berhenti bertambah tinggi setelah tingkat pertama sekolah menengah pertama.
Dia berwajah bulat menggemaskan jika sedang tertawa dan lesung pipi mungil di ujung bibirnya itu lucu. ( Maaf saya sedang memuji diri sendiri :) )
Matanya indah. Saya menyukai mata saya dengan garis eyeliner tipis di atasnya.
Garis eyeliner itu membuat saya merasa sangat cantik dan percaya diri.
Garis itu sebagian diri saya yang lain.
Hidup harusnya disyukuri oleh Kaca-TRA bukan?
Wednesday, 30 May 2012
Kenangan Abadi
Kebahagiaan adalah kenangan abadi itu sendiri. Tawa dan tangis yang akan membuatmu tersenyum kapanpun kamu mengingatnya pada sisa hari. Rumusan keseharian yang begitu melulu namun begitu berharga saat kamu hampir mencapai final.
Saat menikmati kebadungan berdua, itulah kenangan abadi itu. Hanya hingga beberapa bulan lalu. Dan aku sering merindukan saat bersama itu ketika aku menjalani hari sendirian. Tanpa kamu. Aku tak bermaksud apa-apa, ini hanya ucapan terimakasih karena kamu adalah sebagian kenangan abadi itu. Kamu yang takkan aku minta kembali. Aku takut akan menyakitimu lagi padahal orang-orang lain tak ada yang menyakitimu seperti apa yang telah kulakukan.
Semoga kamu berbahagia dengan harimu kini, dengan orang-orang baru di hidupmu.
Akupun begitu. Aku menikmati hariku kini dengan semua yang baru.
Kamu takkan terganti, karena kamu sebagian kenangan abadi hingga masa tuaku. Jalan hidup memang memilihkan untuk aku menjauh. Jalan hidup supaya aku belajar menghargai setiap kenangan.
Kenangan abadi itu adalah semua hal baik yang membuatku berada disini saat ini.
Saat menikmati kebadungan berdua, itulah kenangan abadi itu. Hanya hingga beberapa bulan lalu. Dan aku sering merindukan saat bersama itu ketika aku menjalani hari sendirian. Tanpa kamu. Aku tak bermaksud apa-apa, ini hanya ucapan terimakasih karena kamu adalah sebagian kenangan abadi itu. Kamu yang takkan aku minta kembali. Aku takut akan menyakitimu lagi padahal orang-orang lain tak ada yang menyakitimu seperti apa yang telah kulakukan.
Semoga kamu berbahagia dengan harimu kini, dengan orang-orang baru di hidupmu.
Akupun begitu. Aku menikmati hariku kini dengan semua yang baru.
Kamu takkan terganti, karena kamu sebagian kenangan abadi hingga masa tuaku. Jalan hidup memang memilihkan untuk aku menjauh. Jalan hidup supaya aku belajar menghargai setiap kenangan.
Kenangan abadi itu adalah semua hal baik yang membuatku berada disini saat ini.
Sunday, 29 April 2012
Ganjil
Ganjil itu adalah genap yang tertunda.
Seringkali aku mendengar kalimat tersebut, terasa ganjil.
Akhir-akhir ini perasaan ganjil itu kerap menghampiri saat malam menjelang pagi, rasa itu menjadi.
Hidupku tidak menyedihkan, aku menjalani tiap harinya dengan bersenang-senang.
Namun masih ada yang kurang, ganjil.
Ada yang tidak langkap dari semua yang kulakukan sendirian.
Bersenang-senang sendirian itu menyedihkan.
Genap itu saat bergosip sore hari sambil makan bersama teman-teman kos.
Genap itu bertukar senyum dengan orang yang tak dikenal di kerumunan.
Genap itu mendengarkan kisah hidup seorang ibu muda yang kehilangan sang suami.
Genap itu berdua, bertiga, berbanyak, bersama.
Hingga malam ini akhirnya aku menyadari, aku menginginkan genap.
Tak sanggup lagi menjadi ganjil, benar tak sanggup.
Seringkali aku mendengar kalimat tersebut, terasa ganjil.
Akhir-akhir ini perasaan ganjil itu kerap menghampiri saat malam menjelang pagi, rasa itu menjadi.
Hidupku tidak menyedihkan, aku menjalani tiap harinya dengan bersenang-senang.
Namun masih ada yang kurang, ganjil.
Ada yang tidak langkap dari semua yang kulakukan sendirian.
Bersenang-senang sendirian itu menyedihkan.
Genap itu saat bergosip sore hari sambil makan bersama teman-teman kos.
Genap itu bertukar senyum dengan orang yang tak dikenal di kerumunan.
Genap itu mendengarkan kisah hidup seorang ibu muda yang kehilangan sang suami.
Genap itu berdua, bertiga, berbanyak, bersama.
Hingga malam ini akhirnya aku menyadari, aku menginginkan genap.
Tak sanggup lagi menjadi ganjil, benar tak sanggup.
Subscribe to:
Posts (Atom)