Wednesday, 28 August 2013

#2

Sepasang Sepatu.

setiap hari setelah pulang bekerja saya selalu melewati rute yang sama. jalan yang dipenuhi deretan toko-toko sepatu. saya menyempatkan memperlambat laju sepeda hanya untuk melihat sepasang sepatu hitam. stiletto dengan detail pita dan emas. berbilang bulan.
di akhir minggu saat saya libur, entah kenapa saya begitu ingin melihat sepasang sepatu itu. sepatu hitam tak ada lagi di etalase. saya tergugu, seperti ada balon besar yang terus ditiup dalam rongga dada, sesak, hingga hampir meledak. luluhan air bening dari sudut mata tertahan.

SEPATU HITAM ITU HILANG.

Seperti orang bodoh saya melajukan sepeda cepat. hampir menabrak apa saja. saya merasa kehilangan, rasa kehilangan atas benda yang belum sempat saya miliki.
Saya pernah berkhayal betapa cantiknya sepatu hitam saya kenakan saat hari bahagia. dengan kebaya merah muda dan stiletto hitam, mempesona siapa saja.

Saya merasa kehilangan untuk apa yang belum pernah saya miliki.
Saya berharap, membiarkannya terlalu jauh.
Saya merasa kehilangan untuk sepatu hitam yang belum pernah saya miliki.
Sepatu hitam kini mempunyai pemilik tapi bukan saya.

(0829-2013 hani)

No comments:

Post a Comment