Saturday, 2 March 2013

Anak Muda Cinta Pertamax



Seorang teman pernah bertanya, “Emang premium sama pertamax bedanya apa??”. Tentu saya kaget dengan pertanyaannya. Apa orang-orang di luar sana sama sekali belum mengenal pertamax? Apa SPBU di daerah tidak menjual Pertamax? Mungkin anda yang tinggal di daerah dan jauh dari SPBU perlu mengetahui perbedaan Premium dan Pertamax :
1.       Harga Premium di SPBU hanya Rp 4.500,- per liter, jika membeli eceran pinggir jalan harganya Rp 5000,- sedangkan Pertamax harga perliternya Rp 9.500,- hingga 11.000,- (Harga berlaku di pulau Jawa).
2.        Premium mendapat subsidi dari pemerintah sehingga lebih murah sedangkan pertamax tidak disubsidi.
3.       Nilai oktan Pertamax lebih tinggi dari Premium.
Saya merasa beruntung bisa kuliah di Yogyakarta karena akses informasi lebih mudah dan tidak terbatas. Boleh dibilang pengalaman saya berkenalan dengan pertamax cukup lucu karena kebiasaan saya malas mengantri, jadi saya mencoba mengisi BBM motor dengan pertamax karena tidak perlu mengantri. Tentu saja karena pengguna belum banyak antrian pertamax hampir tak ada atau paling banyak satu kendaraan. Berbeda jauh dengan antrian premium yang tak pernah kosong.
Bagaimana teman saya yang tinggal di daerah akhirnya mengetahui tentang pertamax? Jawabannya karena social media. Pertamax pada bulan Januari dan Februari mengadakan kuis #apaidemu dan saya mengikuti kuis tersebut. Teman saya penasaran dengan postingan saya dan memberanikan diri bertanya tentang pertamax.
Pertamax kurang dikenal masyarakat karena terbatasnya informasi, masyarakat mungkin ada yang tidak mengetahui bahwa premium yang setiap hari mereka gunakan adalah subsidi dar pemerintah sehingga harganya sangat murah. Harga pertamax yang mahal tidak terjangkau oleh masyarakat kalangan bawah.
Lebih miris lagi saat mendengar di social media ada mobil plat merah mengisi BBM dengan premium eceran. Di SPBU ada poster bahwa kendaraan plat merah dan mobil dinas harus mengisi pertamax, sayangnya posternya terbatas dan kurang mencolok sehingga masih banyak yang tidak tahu.
Bisakah pertamax lebih diminati masyarakat? Tentu bisa. Ada banyak cara yang bisa dicoba oleh Pertamina
1.       Menaikkan harga Premium
Menaikkan harga premium berarti mengurangi anggaran pemerintah untuk subsidi BBM. Anggaran pemerintah lebih baik digunakan untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di luar Jawa sehingga tidak tertinggal jauh atau untuk penanganan bencana tsunami, banjir, gempa.
2.       Aktif di social media
Pengguna social media sebagian besar adalah pemuda yang mudah menerima hal baru. Mempromosikan Pertamax melalui social media dengan menggunakan semangat buzzer yang sedang popular di social media. Buzzer dapat memperkenalkan sekaligus mengajak anak muda untuk menggunakan pertamax.
3.       Menjadi sponsor acara
Berkembang pesatnya komunitas anak muda yang memiliki agenda positif layak didukung oleh Pertamax misalnya program penghijauan, konser amal, lomba riset dan inovasi.
Untuk menjadikan pertamax sebagai life style, sasaran terpenting adalah anak muda. Mereka mampu menciptakan ide-ide kreatif untuk pembangunan Indonesia menuju lebih baik.
Pertamax adalah life style saya. Dengan pertamax kegiatan saya lebih lancer tanpa acara motor mogok. 


No comments:

Post a Comment